Perspektif AI dari makna Kecerdasan (Intelligence) Oleh Firizki Fajri

         


        Kecerdasan buatan tersusun dari dua kata yakni “kecerdasan” dan buatan. Secara mentah bisa didefinisikan sebagai suatu kecerdasan atau suatu keahlian yang pada dasarnya merupakan buatan manusia. Dimana kecerdasan otak manusia adalah alami dimiliki dan tumbuh sepanjang seseorang tersebut bernafas. 

Sementara itu, seseorang dengan kecerdasan alami ini kemudian merangkai sebuah sistem atau perangkat. Tujuannya adalah perangkat ini bisa memudahkan suatu pekerjaannya sendiri atau orang lain (manusia). Alat yang berhasil diciptakan dan teknologi yang berhasil dilahirkan inilah yang kemudian disebut sebagai AI tadi.


AI Menurut Para Ahli :

    Istilah lain untuk menyebutkan teknologi ini adalah kecerdasan entitas ilmiah, yang kemudian mendorong banyak ahli untuk merumuskan definisinya masing-masing. Beberapa diantaranya adalah: 

. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein 

Keduanya memberikan definisi pada teknologi AI sebagai kemampuan suatu sistem dalam menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut untuk mencapai suatu tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel. 

. John McCarthy 

Menurut John McCarthy teknologi AI memiliki definisi sebagai kegiatan atau teknologi memodelkan suatu proses berpikir manusia dan mendesain suatu mesin supaya bisa menirukan perilaku dari manusia tersebut. 

. H.A. Simon

Sedangkan menurut H.A. Simon, AI kemudian diartikan sebagai semua tempat penelitian, instruksi, dan aplikasi yang berkaitan dengan pemrograman komputer guna melakukan suatu hal yang dianggap cerdas oleh manusia. 

. Kristianto 

Kristianto kemudian juga memberikan definisi terhadap teknologi kecerdasan buatan. Yakni sebagai salah satu bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang dibuat secara khusus untuk perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam suatu sistem kecerdasan di perangkat komputer. 


Perspektif AI dari sisi pemrograman (Programming) :

  1. AI termasuk didalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search)
  2. Umumnya program AI lebih fokus pada simbol-simbol daripada pemrosesan numerik (huruf, kata, angka untuk merepresentasikan obyek, proses dan hubungannya). 
  3. Pemecahan masalah -> pencapaian tujuan 
  4. Search -> jarang mengarah langsung ke solusi. Proses search menggunakan beberapa teknik.
Bahasa pemrograman yang sering digunakan AI : 
  • LISP, dikembangkan awal tahun 1950-an, bahasa pemrograman pertama yang diasosiasikan dengan AI. 
  • PROLOG, dikembangkan pada tahun 1970-an. 
  • Bahasa pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming (Objective C, C++, Smalltalk, Java)

Riset tentang AI dimulai pada awal tahun 1960-an, percobaan pertama adalah membuat program permainan (game) catur, membuktikan teori, dan general problem solving (untuk tugastugas sederhana) 

“Artificial intelligence” adalah nama pada akar dari studi area.


4 Bentuk Kecerdasan Buatan

Maka komputer ini nantinya akan memiliki kemampuan untuk menjalankan aktivitas atau pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Bentuk aktivitas ini disesuaikan dengan keinginan dari pembuatnya sendiri. Kemudian, teknologi AI juga umumnya memiliki satu dari empat bentuk kecerdasan berikut:

1. Acting humanly

bentuk pertama adalah membuat suatu sistem komputer untuk mampu melakukan suatu pekerjaan atau aktivitas seperti yang biasa dilakukan oleh manusia.

 

2. Thinking humanly

bentuk kedua adalah bisa membuat sistem tersebut berpikir seperti halnya manusia yang kemudian akan menentukan tindakan dari sistem tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa sistem dibuat bisa melakukan pemikiran yang manusiawi.

 

3. Think rationally

Bentuk selanjutnya adalah membuat suatu sistem komputer untuk bisa berpikir secara rasional sehingga tidak lagi berpikir kaku dan menunjukan bahwa dirinya ada mesin.

 

4. Act rationally

jadi teknologi AI pada perangkat komputer atau yang berbasis komputer adalah bisa bertindak secara rasional. Tidak hanya bisa meniru pekerjaan manusia namun juga bisa menyadari suatu masalah dan kesalahan. Supaya pekerjaan yang dilakukan bisa dihentikan sementara.

 

Lalu, apakah bentuk-bentuk kecerdasan tersebut kemudian bisa diaplikasikan? Semakin kesini semakin banyak mesin dan komputer yang mampu memenuhinya. Sebab memenuhi satu bentuk saja sudah menunjukan bahwa teknologi AI sukses diterapkan pada suatu komputer atau perangkat.

 

Sejarah dan Perkembangan Kecerdasan Buatan

    Dari penjelasan diatas, mungkin kamu akan langsung merasa penasaran sebenarnya sejak kapan kecerdasan buatan mulai diperkenalkan di muka bumi? Meskipun teknologi pintar baru menjadi tren beberapa tahun belakangan ini. Ternyata saat melihat sejarah dari perkembangannya, diketahui sudah mulai dicetuskan sejak puluhan tahun silam.

    Dilansir dari berbagai sumber, istilah AI pertama kali dicetuskan di tahun 1956. DImana pada masa tersebut mulai dilakukan riset awal mengenai teknologi AI namun masih sangat sederhana. Sebab teknologi di tahun 1950-an tentu tidak atau belum secanggih sekarang. Pada masa tersebut, baru mulai dilakukan eksplorasi terhadap topik-topik sederhana.

    Seperti topik dalam menyelesaikan suatu permasalahan sederhana dan kemudian topik mengenai suatu metode simbolik. Memasuki tahun 1960-an Amerika Serikat kemudian menaruh perhatian pada teknologi AI yang dicetuskan satu dekade sebelumnya tersebut. Negara adidaya tersebut kemudian melatih komputer untuk meniru penalaran manusia.

    Salah satu contoh aplikasi kecerdasan buatan oleh Amerika Serikat di masa tersebut adalah teknologi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Kesuksesan awal DARPA adalah ketika menyelesaikan pemetaan pembuatan jalan di tahun 1970-an.

    Kemudian baru kemudian di tahun 2003, DARPA sukses menghasilkan asisten pribadi cerdas. Sehingga menjadi pelopor teknologi AI jauh sebelum Siri maupun Alexa ditemukan. Selain DARPA masih banyak proyek lain yang mencoba mengaplikasikan AI, dan tentunya tidak hanya di negara Amerika Serikat saja. Namun seluruh negara di dunia.

    Masa awal AI mulai dikenal publik dan kemudian diketahui memiliki kemampuan baik dalam meniru kegiatan manusia. Kemudian memunculkan banyak anggapan negatif, dimana manusia akan digeser oleh mesin. Selain itu stigma AI semakin diperparah dengan penggambarannya di berbagai film dan cenderung menakutkan.

    Misalnya ada sebuah film yang menceritakan bahwa robot dengan teknologi AI ini menginvasi manusia. Menyerang manusia dan menguasai bumi yang kemudian memberi kerugian besar bagi umat manusia. Namun seiring berjalannya waktu, AI kemudian mendapatkan respon dan penilaian lebih positif.

    Apalagi sudah banyak perangkat dengan teknologi tersebut justru bisa dengan mudah membantu pekerjaan sehari-hari dan juga mudah untuk dikendalikan. Artinya Ai kemudian menjadi teman bukan lagi dianggap sebagai musuh dan ancaman.


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam Olu Uhamka


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 1 [Firizki Fajri] : Pengantar Kecerdasan Tiruan 7D22

Poin Penting dan Garis Besar Kemampuan AI Oleh Firizki Fajri

Langkah Dasar Simulasi Antrian Oleh Firizki Fajri